Waspada, Hacker Mampu Bajak Browser dengan 30 Ekstensi Chrome Ini

gerbangindonesia.org – Waspada, Hacker Mampu Bajak Browser dengan 30 Ekstensi Chrome Ini. Team peneliti keamanan siber menemukan kampanye malvertizing (Malware advertising) baru berkedok ekstensi Google Chrome.

Adalah team peneliti di Guardio Labs, dimana hacker memakai ekstensi Google Chrome untuk membajak pencarian di browser.

Tak hanyalah tersebut, penjahat siber juga bisa memasukan link ke situs berbahaya dan berpotensi mencuri information korban.

Dikarenakan ekstensi ini menawarkan opsi penyesuaian rona, dan muncul tanpa kode berbahaya untuk menghindari deteksi anti virus di PC atau laptop.

Berbekal hal itu, para analis menamakan kampanye malwertizing tersebut sebagai “Dormant Colors.”
Menurut laporan Guardio, Rabu (26/10/2022), 30 ekstensi browser berbahaya tersebut ada di toko situs Chrome dan Edge.

Disebutkan, ke-30 ekstensi browser ini udah diinstal lebih berasal dari satu juta kali lintas browser milik Google dan Microsoft itu.

READ ALSO   Daftar Harga HP Poco M3 Pro Harga Dan Spesifikasi Lengkap New 2022

Pas pengguna instal keliru satu ekstensi itu, maka malware pun segera menginfeksi perangkat dan browser bersama iklan.

Tidak cuman tersebut, korban juga diarahkan untuk mengunjungi laman situs yang menawarkan video atau download berbahaya.

Kala men-unduhan program atau saksikan video, korban diarahkan ke website lain yang memperlihatkan mereka mesti instal ekstensi untuk lanjut ke langkah berikutnya.

Ini Deretan Browser Paling Rentan di 2022

browser Jadi keliru satu pelaksanaan terpenting di smartphone, tablet, dan laptop. Browser atau peramban situs terlalu mungkin pengguna membuka info vital di internet.

Pas ini tersedia segudang merek browser yang ada, tapi browser-browser ini berjuang menangani persoalan kerentanan masing-masing. Rupanya, sejumlah browser terkemuka juga ikut berjuang bersama dengan kasus kerentanan.

Suatu penelitian berasal dari Atlas menemukan, browser Google Chrome jadi web site browser paling rentan di year 2022.

Menurut laporan itu, browser Chrome tercatat miliki 303 kerentanan th ini. Tidak cuman tersebut, Chrome juga satu-satunya browser yang mempunyai celah keamanan baru di bulan Oktober ini.

READ ALSO   Pastor Fidelis Mendefa Ambil Alih Gedung Serba Guna, Milik Suster Clara yang Diberikan dari Dana Kemanusiaan Kompas

Mengutip Gizchina, Minggu (9/10/2022), sehabis google Chrome, browser lainnya yang juga paling rentan menurut penelitian Atlas adalah Mozilla Firefox yang tersedia di urutan kedua. Ditemukan sebanyak 117 kerentanan di browser ini.

Saat terhadap posisi ketiga tersedia Microsoft Edge. Browser andalan Microsoft yang hadir sebagai pengganti Internet Explorer ini tercatat punyai 103 kerentanan.

Pada akhirnya, Safari dan Opera menempati urutan keempat dan kelima bersama jumlah kerentanan 26 dan 0 Kerentanan.

Kerentanan di Chrome

Waspada, Hacker Mampu Bajak Browser dengan 30 Ekstensi Chrome Ini

sekadar kabar, berdasarkan penelitian Atlas, browser Chrome menjadi peramban bersama dengan jumlah kerentanan paling tak terhitung. Semenjak diluncurkan formal di th 2008, Chrome punya keseluruhan 3.159 kerentanan.

Meski Firefox, Safari, dan Opera semuanya lebih tua dibanding Chrome, jumlah kerentanan di ketiga browser ini lebih sedikit. Keseluruhan kerentanan Mozilla Firefox sebanyak 2.361 kerentanan. Kala Safari miliki keseluruhan 1.139 kerentanan dan Opera sekedar 344 kerentanan secara keseluruhan.

Lalu, browser Microsoft Edge yang dirilis terhadap 2015 mempunyai keseluruhan 806 kerentanan.
Untuk kurangi risiko peretas mengeksploitasi kerentanan browser, para pengguna pun disarankan untuk memperbarui browser secara teratur. Pasalnya, kerentanan terhadap browser biasanya ditambal lewat pembaruan rutin yang dihadirkan.

READ ALSO   Google Mengumumkan Laptop Chromebook Untuk Gaming

Tips Sehingga Browsing Terus Aman

jika pengguna memperbarui browser mereka secara teratur, bisa saja knowledge mereka juga akan terus kondusif.

Tidak cuman tersebut, untuk mempertahankan keamanan selagi internetan, pengguna juga disarankan untuk selalu meneliti ekstensi browser bersama dengan cara berhati-hati sebelum memasangnya di browser.

Pasalnya, lebih dari satu ekstensi browser mampu saja punya kerentanan yang mampu dieksploitasi oleh peretas.

Pengguna juga mesti mewaspadai agresi yang menonjol, di mana peretas sering kenakan sistem layaknya email untuk menyebarkan malware yang mengeksploitasi beraneka kelemahan browser.

Didalam segudang masalah, lebih dari satu email dursila masuk ke email spam. Pastikan sehingga email-email dursila itu konsisten berada di spam dan jangan dulu membukanya. Atau, pas anda mengakses email itu, pastikan bukan membalas atau mengklik link apa pun di email itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *