Jika Ada Perundungan Siber, Diminta Masyarakat Jangan Hanya Diam

gerbangindonesia.org – Jika Ada Perundungan Siber, Diminta Masyarakat Jangan Hanya Diam. Pertumbuhan global digital sebabkan semakin pengaruhi kehidupan rakyat dan menimbulkan perundungan siber atau cyberbullying.

Sebab tersebut, Assistant Program Manager ECPAT Indonesia Oviani Fathul Janah mengatakan, signifikan untuk menjadi seseorang yang bukan diam menonton tindakan itu.

Hal itu disampaikan didalam webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama tema ‘Bijak Bersosmed Tanpa Cyberbullying’ terhadap Rabu (24/8/2022).

READ ALSO   Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya Meninggal Dunia Saat Lomba Balap Karung HUT ke-77 RI

“Jangan diam, cobalah untuk bukan memperkeruh keadaan, bukan menyarankan korban untuk membalas, bicaralah bersama dengan pelaku cyberbullying, laporkan kepada pihak yang sanggup jadi penengah masalah,” kata Oviani.

Saat, pengurus Relawan TIK Vitalia Fina Carla Rettobjaan mengimbau supaya kenakan media sosial untuk berbagi hal atau konten positif bersama cara yang kreatif.

Dia menuturkan, jangan dulu mengenakan media sosial untuk hal-hal yang bukan baik.
“Untuk menghindari cyberbullying mampu kami laksanakan (Layaknya) ikut merasakan, hati nurani, kontrol diri, menghormati orang lain, kebaikan hati, toleransi, keadilan,” ungkap Vitalia.

READ ALSO   TRAGIS, Kuli Bangunan Paruh Baya Ditabrak Truk Trailer

Miliki Pengaruh Negatif

Jika Ada Perundungan Siber, Diminta Masyarakat Jangan Hanya Diam

sementara, perwakilan STMIK Lombok Mohammad Taufan Asri Zaen mengatakan cyberbullying adalah perundungan kenakan teknologi digital yang merupakan efek negatif berasal dari hubungan media sosial.

“Bagaimana cara menghindarinya? Selalu memfilter seluruh postingan kami di media sosial, kenali akun palsu, bersihkan kontak pertemanan, lindungi bukti diri kami, blokir siapa saja yang mengganggu. Jaga baik-baik media sosial kami berasal dari seluruh yang memberi tambahan pengaruh negatif,” kata dia.