8 Makanan Menghilangkan Rasa Mual Yang Dapat Dicoba Secara Mudah

8 Makanan Menghilangkan Rasa Mual Yang Dapat Dicoba Secara Mudah

Gerbangindonesia.org – Mual adalah rasa ingin muntah akibat adanya masalah pada organ pencernaan. Munculnya rasa mual ini seringkali dikaitkan dengan kondisi tertentu, seperti mabuk perjalanan atau mabuk laut.

Mual juga merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu, seperti:

  • Gangguan kecemasan
  • Serangan panik
  • Gangguan pencernaan
  • Keracunan makanan
  • mual di pagi hari
  • Infeksi bakteri, virus atau jamur
  • Efek pengobatan penyakit tertentu, seperti kemoterapi

Mual tentu dapat mengganggu aktivitas, sehingga penderita perlu meredakan keluhan tersebut. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang dapat meredakan mual.

Pilihan Makanan Pereda Mual

Konsumsi makanan pereda mual memang dapat mengurangi keluhan. Namun,Kamu disarankan untuk tetap mengonsumsi air putih terlebih dahulu agar rasa mual yang muncul bisa reda dan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Untuk meredakan mual, ada beberapa jenis makanan pereda mual yang bisa kamu konsumsi saat ingin muntah, yaitu:

1. Jahe

Jahe merupakan rempah yang sering digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk mual dan muntah. Manfaat jahe diduga karena kandungan gingerol dan shogaol di dalamnya.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kedua bahan ini dapat mempercepat pengosongan lambung sehingga mengurangi rasa mual. Selain itu, sifat antiradang pada jahe juga dapat menjaga kesehatan pencernaan.

READ ALSO   7 Tips Menumbuhkan Keberanian pada Anak Pemalu, Yang Bisa Kamu Coba

Agar jahe efektif meredakan mual, Kamu dapat mengkonsumsi air rebusan jahe atau teh jahe, namun dianjurkan minum tidak lebih dari 4 gelas dan meminumnya terlalu cepat karena dapat menambah rasa mual.

2. Pisang

Jika mual yang kamu rasakan disertai dengan muntah, maka makanan untuk meredakan mual yang sebaiknya dikonsumsi adalah buah pisang. Buah ini mampu menggantikan elektrolit yang banyak terbuang saat muntah dan dapat menambah energi sehingga mengkonsumsinya dapat mempercepat pemulihan.

Sebagai makanan pereda mual, pisang bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan bubur atau pure. Sebaliknya, pilihlah pisang yang sudah matang agar rasanya tidak terlalu asam.

3. Apel

Kalian bisa menjadikan apel sebagai cemilan sehat untuk meredakan mual. Kandungan serat pada apel dapat menghilangkan racun pada saluran pencernaan, sehingga dapat meredakan rasa mual.

Namun, hindari konsumsi apel secara berlebihan. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat saat mual justru bisa memperparah keluhan. Selain itu, pilihlah apel merah daripada apel hijau yang cenderung asam dan dapat memperparah keluhan pencernaan.

4. Kacang

Kurangnya asupan protein diketahui dapat meningkatkan rasa mual. Untuk mengatasinya, Kamu bisa mengonsumsi makanan berprotein, seperti kacang-kacangan, agar rasa mual bisa mereda dan tubuh tidak menjadi lemas.

Namun, hindari konsumsi kacang terlalu banyak dalam satu waktu, karena bisa membuat mual semakin parah. Konsumsilah makanan berprotein tinggi ini secara perlahan dan kamu harus memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya.

READ ALSO   Kebiasaan Sehari-hari Ini Sebenarnya Berbahaya Bagi Tubuh

5. Kentang

Kentang juga bisa dijadikan makanan untuk meredakan mual. Selain mengandung kalori yang tinggi dan bersahabat dengan lambung, kentang juga tidak memiliki aroma yang kuat sehingga tidak membuat mual semakin parah.

Kamu bisa makan kentang dengan mencampurkannya ke dalam sup atau haluskan menjadi bubur. Jika rasanya terlalu hambar, Kamu bisa menambahkan sedikit mentega atau garam ke dalam kentang tumbuk, lalu makan perlahan.

6. Daun mint

Keluhan mual yang kamu rasakan juga dapat diatasi dengan mengunyah daun mint segar atau mengonsumsi teh daun mint. Daun mint dapat meredakan mual berkat aromanya yang menyegarkan.

Meski begitu, konsumsi daun mint tidak dianjurkan jika mual disebabkan oleh asam lambung yang kambuh. Selain itu, tidak semua orang menyukai aroma mint sehingga bisa memperparah rasa mual yang muncul.

7. Biskuit asin

Makanan tinggi karbohidrat kompleks, seperti kerupuk asin, juga diketahui bisa meredakan mual. Pasalnya, biskuit asin cenderung mudah dicerna dan dapat menyerap kelebihan asam di lambung yang bisa memicu rasa mual.

Biskuit asin juga tidak berbau menyengat sehingga tidak memperparah rasa mual yang muncul. Selain biskuit asin, jenis makanan berkarbohidrat kompleks lain yang juga bisa dijadikan makanan untuk meredakan mual adalah roti gandum panggang.

8. Makanan dingin

Saat mengalami mual, Kamu mungkin ingin makan makanan dingin lebih banyak daripada makanan hangat. Makanan dingin biasanya tidak berbau menyengat seperti makanan yang baru dimasak, sehingga kecil kemungkinannya memicu mual.

READ ALSO   Makanan Ini Tidak Boleh Dipanaskan Ulang di Microwave

Beberapa makanan dingin yang bisa dikonsumsi saat mual adalah yogurt, es krim, dan buah-buahan yang didinginkan.

Selain dengan mengkonsumsi makanan pereda mual, keluhan mual yang kamu rasakan juga dapat kamu atasi dengan cara-cara berikut ini:

  • Makanlah dalam porsi kecil, tapi sering agar perut tidak kosong.
  • Hal ini penting untuk diperhatikan karena perut yang kosong dapat membuat mual semakin parah.
  • Makan perlahan. Kebiasaan ini tak hanya bisa meredakan mual, tapi juga bisa mencegah asam lambung kambuh kembali.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan. Jika ingin berbaring atau tidur, beri waktu istirahat minimal 30 menit.
  • Pertahankan kebersihan mulut yang baik dan bilas mulut setelah muntah. Ini karena muntah dapat meninggalkan sensasi tidak enak di mulut, yang dapat mengurangi nafsu makan.
  • Hindari konsumsi makanan berlemak, berminyak, tinggi gula, pedas, dan berbau menyengat karena dapat memicu rasa mual.
  • Saat mual muncul, mungkin kamu akan menjadi malas untuk makan. Namun, jangan sampai hal ini terjadi karena perut kosong bisa memperparah rasa mual yang muncul, bahkan bisa memperlama proses pemulihan.

Jika sudah mengkonsumsi makanan pereda mual dan berbagai cara mengatasi mual namun mual tidak kunjung membaik sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan sesuai dengan penyebabnya.