8 Jenis Obat Diabetes Untuk Menjaga Kadar Gula Darah Stabil, Yuk Disimak Bro and Sis

8 Jenis Obat Diabetes Untuk Menjaga Kadar Gula Darah Stabil, Yuk Disimak Bro and Sis

gerbangindonesia.org – 8 Jenis Obat Diabetes Untuk Menjaga Kadar Gula Darah Stabil, Yuk Disimak Bro and Sis. Ada berbagai jenis obat diabetes yang bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes. Meski tidak bisa menyembuhkan penyakit ini, minum obat diabetes bisa menjaga kadar gula darah dalam batas normal dan mencegah komplikasi akibat diabetes yang tidak terkontrol.

Diabetes ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Penyakit ini, juga dikenal sebagai diabetes, disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi dan menggunakan insulin dengan benar.

Insulin sendiri merupakan hormon yang diproduksi secara alami di pankreas dan berfungsi untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Jenis obat diabetes
Berikut ini adalah jenis-jenis obat diabetes yang biasanya diresepkan oleh dokter:

1. Metformin

Metformin umumnya obat pertama yang diresepkan untuk penderita diabetes tipe 2. Obat diabetes ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan glukosa di hati dan meningkatkan fungsi insulin dalam mengontrol kadar gula darah.

READ ALSO   Penyebab Muntah Busa Putih dan Cara Mengatasinya

Konsumsi metformin dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, sakit perut, perut kembung, dan diare. Namun efek samping tersebut akan berkurang karena tubuh beradaptasi dengan obat diabetes ini. Metformin dapat dikombinasikan dengan obat diabetes lainnya atas saran dokter.

2. Sulfonilurea

Sulfonilurea adalah obat diabetes tipe 2 yang bekerja untuk menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak.

Terlalu banyak insulin dalam tubuh terkadang menimbulkan efek samping yaitu hipoglikemia atau gula darah rendah yang ditandai dengan pusing, banyak berkeringat, tubuh gemetar, dan kesemutan.

Untuk mengurangi keparahan efek samping, penderita diabetes yang menggunakan sulfonilurea disarankan untuk selalu makan secara teratur. Obat diabetes jenis ini biasanya digunakan sebagai alternatif metformin atau bisa juga dikombinasikan dengan metformin.

READ ALSO   Apakah Mandi Setiap Hari Baik untuk Kesehatan?

3. Meglitinida

Meglitinide sebenarnya bekerja dengan cara yang sama seperti sulfonilurea, yaitu merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Bedanya, meglitinide bekerja lebih cepat dari sulfonilurea dan tidak bertahan lama di dalam tubuh.

Efek samping yang bisa timbul dari obat diabetes juga mirip dengan sulfonilurea, yaitu cepat menurunkan kadar gula darah dan menambah berat badan.

4. Thiazolidinediones

Obat diabetes ini bekerja mirip dengan metformin, yaitu mengurangi pembentukan glukosa di hati dan meningkatkan aktivitas insulin. Salah satu contoh golongan obat ini adalah pioglitazone.

Konsumsi tiazolidinediones diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, dokter juga akan memantau kesehatan jantung penderita diabetes yang menggunakan obat ini.

5. DPP-4. penghambat

Inhibitor DPP-4 dapat merangsang pelepasan insulin ketika gula darah meningkat setelah makan dan menghambat pelepasan glukosa dari hati. Kabar baiknya, obat diabetes ini jarang menyebabkan hipoglikemia.

Namun, inhibitor DPP-4 masih memungkinkan untuk menimbulkan efek samping, seperti sakit tenggorokan, sakit perut, hidung tersumbat, diare, pankreatitis akut. Beberapa contoh obat diabetes dari golongan inhibitor DPP-4 adalah aloglipton dan sitagliptin.

READ ALSO   Vitamin B hingga Lemak Esensial, Daftar Nutrisi yang Bisa Bantu Melawan Depresi

6. SGLT2. penghambat

Obat diabetes ini mempengaruhi fungsi ginjal menyaring darah dengan menghalangi kembalinya glukosa ke aliran darah. Kelebihan glukosa kemudian akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Contoh obat diabetes dari golongan ini adalah empagliflozin dan dapagliflozin.

Konsumsi inhibitor SGLT2 dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti infeksi saluran kemih dan infeksi jamur vagina. Namun, obat diabetes jenis ini diketahui bisa mengurangi risiko penyakit ginjal.

7. Alfa-glukosidase. penghambat

Inhibitor alfa-glukosidase bekerja agak berbeda dari obat diabetes lainnya. Inhibitor alfa-glukosidase bekerja dengan menghalangi kerusakan karbohidrat dari makanan menjadi glukosa untuk mengontrol kadar gula darah.

Contoh obat diabetes adalah acarbose dan miglyitol. Efek samping yang umum termasuk sakit perut, diare, dan perut kembung.

8. insulin
Pankreas penderita diabetes tipe 1 tidak dapat lagi memproduksi insulin, sehingga insulin diberikan melalui suntikan untuk menjaga kadar gula darah dalam kondisi normal.