5 Mitos Tentang RAM yang Bikin kamu Salah Paham

5 Mitos Tentang RAM yang Bikin kamu Salah Paham

gerbangindonesia.org – 5 Mitos Tentang RAM yang Bikin kamu Salah Paham. Bagi pengguna PC, laptop, dan ponsel, RAM merupakan komponen yang dipercaya dapat mendongkrak performa perangkat. Namun, banyak asumsi liar di luar sana yang membuat fungsinya kurang tepat.

RAM alias Random Access Memory memang menjadi komponen dasar pada perangkat komputer dan ponsel. Tugasnya adalah mengingat kalkulasi penggunaan dalam waktu terbatas sehingga prosesor tidak perlu mengulang kalkulasi tersebut setiap saat.

Mitos RAM di PC dan Laptop

Lantas apa mitos yang berkembang dari sapaan ini? Berikut daftarnya:

Tidak Dapat Digabungkan atau Diupgrade dengan Ukuran dan Merek Berbeda
Jika komputer kamu memiliki slot untuk RAM, maka kamu dapat menambahkannya dengan ukuran dan merek yang berbeda. Misalnya RAM bawaan perangkat kamu berkapasitas 4GB, kamu bisa menambahkannya dengan slot 2GB dan tidak perlu dengan merk yang sama.

Meski begitu, hal ini tidak disarankan, karena untuk performa terbaik lebih baik menggunakan RAM stick dari pabrikan yang sama dengan ukuran dan frekuensi yang sama.

READ ALSO   REALME 9I Harga dan spesifikasi resmi di Indonesia

RAM 4 GB sudah cukup

Pada perangkat laptop bawaan RAM di dalamnya sudah sesuai dengan peruntukannya. Misalnya untuk komputasi dasar, RAM 4 GB akan terlihat bagus untuk menjalankan fungsi komputasi dasar.

Namun, tidak ada salahnya jika ingin menambah kapasitas RAM menjadi 8 GB. Ini sesuai dengan aturan umum saat ini, di mana kapasitas RAM yang direkomendasikan untuk penggunaan biasa adalah 8GB, dengan minimum 4GB.

READ ALSO   Google Mengumumkan Laptop Chromebook Untuk Gaming

Untuk kebutuhan para gamers, graphic designer dan video editor, RAM yang paling stander adalah 16 GB dan disarankan untuk dinaikkan menjadi 32 GB untuk mendapatkan performa terbaik.

RAM Mempengaruhi Kecepatan Kinerja

Banyak anggapan di luar sana bahwa semakin besar RAM maka semakin baik kinerja PC. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena faktor penentu performa RAM adalah kecepatan dan frekuensi.

Semakin tinggi kecepatan clock pada RAM, semakin banyak fungsi yang dapat dijalankannya dalam satu detik. Saat ini RAM stick yang sering dijumpai adalah frekuensi 2400MHz atau 3000mAh, namun jika ingin mendapatkan performa kelas atas sebaiknya pilih yang memiliki frekuensi 3200MHz dan 3600MHz.

Namun, itu semua tergantung dari motherboard yang digunakan. Jika RAM yang digunakan berjalan pada 2000MHz tetapi motherboard hanya mendukung RAM 1333MHz, sistem tidak akan dapat memanfaatkan kelebihan 700MHz untuk membuat PC lebih cepat.

READ ALSO   10 Hal Ini Sebaiknya Tak Di-posting ke Instagram, Apa Saja?

Bersihkan RAM Agar Sistem Lebih Cepat

Selama ini ada anggapan bahwa membersihkan RAM dengan “RAM booster” atau “memory optimizer” akan membuat kinerja perangkat menjadi lebih cepat. Padahal, RAM tidak boleh kosong.

Kondisi RAM yang penuh data ternyata berguna untuk membantu proses sistem berjalan dengan cepat. Jika kamu menghapus kalkulasi tertentu dari memori RAM, itu akan memperlambat sistem karena RAM akan menulis kembali data untuk akses berulang dan seperti membuatnya bekerja kembali dari awal.

RAM di Laptop Tidak Bisa Di Upgrade

Berbeda dengan PC desktop, upgrade RAM pada laptop memerlukan penyesuaian tergantung dari jenis laptopnya. Terkadang ada beberapa pabrikan yang akan menyolder RAM pada tempatnya sehingga akan sulit untuk menggantinya.

Jadi, saat membeli laptop, pastikan kamu mengetahui apakah laptop tersebut bisa diupgrade atau tidak untuk RAM-nya. Jika tidak, maka kamu akan selamanya terjebak dengan RAM bawaan.